Mezbah Doa Nabire (MDN) Digelar di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Doakan 8 Kabupaten dan Aparat Keamanan

Nabire, 19 Juli 2025 – Kegiatan Mezbah Doa Nabire (MDN) dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Juli 2025, bertempat di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah. Acara rohani ini berlangsung khidmat dan penuh pengurapan, dengan melibatkan para pendoa dari berbagai denominasi gereja.

Firman Tuhan disampaikan oleh Ev. Yusuf Yehezkiel Andrew, mengacu pada Kejadian 8:20, tentang Nuh yang mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah bagi Tuhan sebagai bentuk ibadah dan ucapan syukur.
Pelayanan pujian dan penyembahan dipimpin oleh Ibu Pdt. Cici Kamalia, S.Th., M.Mis., M.Pd, dengan iringan musik oleh Ps. Grase Thomas Muzendi. Sedangkan pengarahan doa dibawakan oleh Pdt. Yosep Wanggai, dan Doa Berkat dipimpin oleh Ibu Pdt. Juniastuti Singarimbun.

Sebanyak 23 pendoa terlibat dalam kegiatan ini, dengan delapan pokok doa utama yang dinaikkan, antara lain:
  1. Doa bagi Provinsi Papua Tengah
  2. Doa untuk kesejahteraan dan damai sejahtera di 8 kabupaten
  3. Doa bagi aparat keamanan
  4. Doa untuk seluruh denominasi gereja di Papua Tengah
  5. Doa untuk keluarga Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah
  6. Doa mematahkan kejahatan dan begal di wilayah 8 kabupaten
  7. Doa untuk Bupati dan Wakil Bupati Nabire
  8. Doa bagi tokoh adat dan tokoh masyarakat di seluruh Papua Tengah
Acara Mezbah Doa ini merupakan bentuk komitmen rohani dan dukungan spiritual bagi stabilitas, kedamaian, dan kemajuan Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah persatuan dan kekuatan spiritual masyarakat Kristen di Papua Tengah.

One thought on “Mezbah Doa Nabire (MDN) Digelar di Halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Doakan 8 Kabupaten dan Aparat Keamanan”

  1. The detail that stuck with me is the eight specific prayer points, especially praying for the eight kabupaten and for security personnel at the same time, since those two concerns often get treated as separate. One practical tweak: publish the eight points as a short written list so people who could not attend can pray through them at home during the week, and add a brief note after each gathering on which points were covered. That keeps the focus from fading once the event ends.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *