Nabire, Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire resmi melepas sebanyak 174 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XLIII Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan diawali dengan pembekalan yang berlangsung di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jumat (31/7/2026), sebagai bekal bagi mahasiswa sebelum menjalankan program pengabdian selama satu bulan.
Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya yang umumnya dilakukan di tengah masyarakat, KKN kali ini dipusatkan di lingkungan kampus. Kebijakan tersebut diambil setelah universitas mempertimbangkan situasi di sejumlah wilayah sehingga pelaksanaan kegiatan dinilai lebih efektif jika difokuskan pada pengembangan fasilitas dan penataan kawasan kampus.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Rektor I USWIM Nabire, Ir. Estepanus L.S. Tumbal, M.Si., yang hadir mewakili Rektor USWIM. Acara juga dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Wakil Rektor III dan IV, para dekan dari enam fakultas, ketua program studi, dosen, hingga seluruh mahasiswa peserta KKN.
Menjadi Bagian dari Visi Pengembangan USWIM
Pelaksanaan KKN Angkatan XLIII merupakan bagian dari implementasi visi kepemimpinan Rektor USWIM Nabire periode 2025–2029 yang menargetkan kampus menjadi perguruan tinggi unggulan di Papua Tengah.
Melalui program pendidikan yang berkualitas, penelitian yang inovatif, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola profesional, serta penguatan kerja sama, universitas ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
Program KKN menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa yang diharapkan mampu memberikan manfaat sekaligus mendukung pengembangan institusi.
Sebanyak 174 Mahasiswa Ikut KKN
Dalam laporannya, Kepala LPPM USWIM Nabire, Dr. Ch. M. Lewerissa, S.Sos., S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa total peserta KKN tahun ini mencapai 174 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi.
Rinciannya terdiri atas:
Administrasi Negara: 16 mahasiswa
Bisnis: 7 mahasiswa
Ilmu Pemerintahan: 37 mahasiswa
Informatika: 58 mahasiswa
Teknik Industri: 6 mahasiswa
Peternakan: 17 mahasiswa
Agribisnis: 11 mahasiswa
Agroteknologi: 3 mahasiswa
Budidaya Perairan: 8 mahasiswa
Manajemen Sumber Daya Perairan: 11 mahasiswa
Sementara itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) belum mengikutsertakan mahasiswa pada pelaksanaan KKN angkatan kali ini.
Seluruh peserta kemudian dibagi ke dalam empat kelompok besar yang masing-masing beranggotakan sekitar 43 hingga 44 mahasiswa agar pelaksanaan program lebih terkoordinasi.
Fokus pada Penataan Kampus
Berbeda dari konsep KKN yang identik dengan pengabdian di desa atau wilayah tertentu, program tahun ini diarahkan untuk mendukung pembenahan lingkungan kampus.
Mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari membersihkan area kampus, menata ruang dalam dan luar gedung, membangun taman, menyediakan ruang santai bagi mahasiswa, hingga memperbaiki berbagai fasilitas pendukung.
Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk mendukung pengembangan Fakultas Hukum yang baru dibentuk sehingga keberadaannya semakin siap menunjang aktivitas akademik.
“Program KKN tahun ini difokuskan pada kegiatan penataan lingkungan kampus, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, termasuk pembersihan, pembangunan taman, tempat santai mahasiswa, serta penataan berbagai fasilitas kampus, termasuk mendukung keberadaan Fakultas Hukum yang baru,” ujar Dr. Ch. M. Lewerissa.
Dilaksanakan Selama Satu Bulan
Program KKN dijadwalkan berlangsung mulai 3 Agustus hingga 3 September 2026.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa diwajibkan mengikuti apel pagi setiap hari sebelum menjalankan aktivitas sesuai kelompok masing-masing.
Selain melaksanakan program kerja, peserta juga diwajibkan menyusun laporan hasil kegiatan yang nantinya dipresentasikan dalam seminar pada 3 September 2026 sebelum penutupan resmi KKN.
Melalui mekanisme tersebut, setiap kelompok diharapkan mampu mendokumentasikan hasil pengabdian sekaligus mengevaluasi capaian program yang telah dilaksanakan selama satu bulan.
Alasan KKN Dipusatkan di Kampus
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I USWIM Nabire, Ir. Estepanus L.S. Tumbal, M.Si., menyampaikan permohonan maaf karena Rektor belum dapat hadir.
Menurutnya, Rektor masih berada di luar daerah untuk menyelesaikan tahapan akhir studi doktoral dan dijadwalkan kembali ke Nabire setelah menyelesaikan kewajiban akademiknya.
Ia juga menjelaskan bahwa awalnya KKN dirancang untuk dilaksanakan di luar lingkungan kampus. Namun setelah mempertimbangkan kondisi dan situasi di beberapa daerah, universitas melalui LPPM memutuskan agar seluruh kegiatan dipusatkan di kawasan kampus.
Menurut Estepanus, keputusan tersebut sama sekali tidak mengurangi makna pengabdian kepada masyarakat.
“KKN bukan sekadar untuk memperoleh nilai atau memenuhi syarat kelulusan. Yang paling penting adalah membentuk kepedulian, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Kampus Harus Menjadi Lebih Baik
Estepanus menilai penataan kampus merupakan kebutuhan yang mendesak.
Jumlah mahasiswa USWIM terus bertambah setiap tahun sehingga kebutuhan terhadap fasilitas yang lebih representatif juga semakin meningkat.
Di sisi lain, kampus masih terus melakukan pembenahan pasca musibah kebakaran yang sebelumnya menghanguskan sejumlah fasilitas penting, termasuk ruang kuliah dan perpustakaan.
Karena itu, keterlibatan mahasiswa melalui program KKN diharapkan mampu mempercepat proses penataan lingkungan sehingga kampus menjadi lebih nyaman, indah, dan layak sebagai pusat pendidikan di Papua Tengah.
Lingkungan kampus yang tertata dengan baik juga diyakini akan memberikan kesan positif bagi mahasiswa baru, orang tua, maupun masyarakat yang berkunjung.
Mahasiswa Diminta Menjadi Agen Perubahan
Selain menghasilkan perubahan fisik pada lingkungan kampus, USWIM juga berharap program ini mampu membentuk karakter mahasiswa.
Peserta diminta menjaga disiplin, membangun kerja sama dalam kelompok, serta menunjukkan rasa tanggung jawab selama menjalankan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Estepanus, mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi melalui karya nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kampus harus menjadi kampus yang berdampak, dan mahasiswa juga harus menjadi mahasiswa yang berdampak. Apa yang kita kerjakan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjadikan KKN sebagai momentum untuk mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi.
Diharapkan Menjadi Awal Transformasi Kampus
Melalui KKN Angkatan XLIII ini, USWIM Nabire tidak hanya ingin memenuhi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya budaya gotong royong dalam membangun lingkungan kampus.
Hasil penataan yang dilakukan selama sebulan diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus mendukung keberadaan Fakultas Hukum sebagai fakultas baru.
Setelah seluruh program selesai, masing-masing kelompok akan mempresentasikan hasil kerja mereka dalam seminar evaluasi sebelum penutupan KKN pada awal September 2026. Universitas berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari transformasi kampus yang lebih tertata, nyaman, dan mampu memberikan dampak nyata bagi civitas akademika maupun masyarakat Papua Tengah.