(Sekretaris BPBDKP Provinsi Papua Tengah, Martinus Rumbino)

Kebakaran Lahan Meningkat di Nabire, BPBD Ungkap Kendala Pemadaman

Nabire, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kebakaran dan Penyelamatan (BPBDKP) Provinsi Papua Tengah bersama BPBD Kabupaten Nabire terus melakukan penanganan terhadap titik-titik kebakaran yang muncul di tengah kondisi kekeringan.

Penanganan kebakaran telah dilakukan sejak Juli 2026. Salah satu kejadian awal tercatat berada di kawasan belakang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kalibobo.

Kebakaran Meningkat pada Agustus

Situasi kembali mengalami peningkatan pada 20 Agustus 2026. Dalam satu hari, petugas harus menghadapi sekitar 10 titik kebakaran lahan yang tersebar di sejumlah lokasi.
Data BPBDKP Papua Tengah mencatat terdapat 43 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang 18 Juli hingga 20 Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan tingginya potensi kebakaran selama periode kering.
Sekretaris BPBDKP Provinsi Papua Tengah, Martinus Rumbino mengatakan, petugas terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke wilayah lain.
Namun, upaya di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Keterbatasan armada pemadam menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas. Selain itu, jarak sumber air yang cukup jauh membuat proses pengisian ulang kendaraan pemadam membutuhkan waktu.

Tiga Regu Dikerahkan

Untuk menjaga kesinambungan operasi, personel saat ini bekerja dengan sistem pembagian regu. Terdapat tiga regu yang disiagakan, dengan masing-masing regu terdiri dari 18 personel.
Menurut Martinus, penanganan karhutla tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada BPBD maupun petugas pemadam kebakaran. Peran masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam mencegah munculnya api dan segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran.
“Kondisi kekeringan dan karhutla bukan hanya menjadi tugas BPBD maupun Damkar. Semua elemen masyarakat harus ikut terlibat dalam pencegahan,” ujar Martinus.

Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Kolaborasi antara pemerintah, petugas lapangan dan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang semakin besar selama musim kering.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan penanganan kebakaran dapat menghubungi layanan BPBDKP Papua Tengah di nomor 0821-9855-0001.
Martinus berharap kerja sama lintas pihak dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus menekan dampak kekeringan yang berpotensi diperparah oleh fenomena El Niño. Kewaspadaan masyarakat juga diperlukan agar api tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun permukiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *