Nabire, Keberadaan iklan obat herbal yang ditempel di area lingkungan RSUD Nabire mendapat sorotan warga. Penempelan promosi tersebut dinilai kurang tepat karena berada di kawasan fasilitas pelayanan kesehatan dan berpotensi menimbulkan kebingungan bagi pasien maupun keluarga pasien.
Salah seorang warga Nabire, Maximus, meminta pihak manajemen RSUD Kabupaten Nabire mengambil langkah untuk menertibkan promosi obat herbal di dalam lingkungan rumah sakit.
Menurutnya, rumah sakit semestinya menjadi tempat pasien memperoleh informasi dan pelayanan medis yang jelas, bukan lokasi yang dipenuhi promosi produk pengobatan alternatif.
“Terlalu banyak jualan obat-obat herbal di RSUD Kab. Nabire yang dilakukan oknum-oknum perawat dan medis dan sangat membingungkan pasien,” ujar Maximus.
Ia meminta Direktur RSUD Kabupaten Nabire menelusuri persoalan tersebut dan memberikan tindakan tegas apabila ditemukan pihak yang melakukan penjualan atau promosi tanpa izin.
Maximus juga menyarankan agar aktivitas penjualan obat herbal dilakukan di luar kawasan rumah sakit. Menurut dia, keberadaan promosi tersebut dapat memengaruhi pilihan pasien dalam menentukan jenis pengobatan yang akan digunakan.
Selain persoalan lokasi pemasaran, ia menilai masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai khasiat dan keamanan produk herbal. Pasalnya, tidak semua produk yang dipasarkan sebagai obat herbal dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan medis.
Ia juga mengkhawatirkan pasien justru mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli produk yang belum tentu sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Karena itu, Maximus berharap manajemen RSUD Nabire segera melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas promosi dan penjualan obat herbal di lingkungan rumah sakit. Penertiban dinilai penting agar suasana pelayanan tetap profesional serta pasien tidak mendapatkan informasi pengobatan yang membingungkan.