Nabire, Pemerintah Kabupaten Nabire mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Sekretaris Daerah (Sekda) Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., meminta para ketua RT, RW, dan lurah aktif mengingatkan warga agar tidak membakar sampah secara sembarangan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Nabire. Kondisi musim kemarau membuat lingkungan lebih mudah terbakar, terutama ketika api dari aktivitas pembakaran sampah tidak dikendalikan.
Yulianus menilai pencegahan harus dimulai dari lingkungan permukiman. Menurutnya, pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan berpotensi merembet ke area lain dan memicu kebakaran yang lebih luas.
“Para RT, RW dan lurah perlu mengimbau warganya agar tidak melakukan pembakaran sampah di sembarang tempat selama musim kemarau,” ujar Yulianus, Sabtu (23/08).
Ia juga menyoroti ancaman kabut asap yang kini perlu diantisipasi bersama. Asap dari kebakaran hutan dan lahan bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat menurunkan kualitas udara.
Karena itu, pemerintah daerah mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah munculnya titik api. Warga diharapkan memilih cara yang lebih aman dalam menangani sampah dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran yang berpotensi meluas.
Imbauan tersebut sejalan dengan penegasan Bupati Nabire Mesak Magai dalam momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Pemerintah daerah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
Dengan meningkatnya kewaspadaan warga, pemerintah berharap risiko kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap di Nabire dapat ditekan selama musim kemarau.