Nabire, 30 Agustus 2025 – Harapan masyarakat Meepago untuk kembali menikmati layanan publik yang normal pupus sudah. Janji yang disampaikan pemimpin daerah, mulai dari Bupati Paniai, Deiyai, Dogiyai, hingga Wakil Gubernur Papua Tengah, terbukti belum terealisasi hingga lewat tenggat yang ditentukan.
Sebelumnya, pejabat tersebut menyatakan bahwa pada 27 Agustus 2025, tiga layanan utama—jalan darat yang tertutup longsor, jaringan internet yang terputus, dan pemadaman listrik—akan kembali normal. Namun, kenyataannya hingga hari ini, masyarakat masih hidup dalam ketidakpastian.
“Mereka umumkan ke publik bahwa semuanya akan normal tanggal 27. Tapi sekarang sudah lewat, listrik masih padam, jalan masih tertutup, dan jaringan internet belum pulih,” keluh seorang warga Paniai.
Hilangnya Kepercayaan Masyarakat
Ketidakpastian ini memicu kekecewaan mendalam. Warga menilai bahwa pemerintah tidak serius dalam menangani penderitaan masyarakat. Sejumlah tokoh lokal bahkan menuding para pemimpin hanya hadir lewat janji-janji di media, tanpa menunjukkan tindakan nyata di lapangan.
“Kalau benar peduli, mana buktinya? Mana Wakil Gubernur dan para bupati waktu rakyat butuh? Mereka hanya hadir lewat pernyataan di media, tapi tidak hadir di lapangan,” tegas seorang tokoh pemuda dari Deiyai.
Tuntutan Transparansi dan Tanggung Jawab
Masyarakat Meepago kini menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas dari pejabat yang berjanji. Mereka ingin melihat bukti kerja sama nyata antar kabupaten dan provinsi, bukan sekadar wacana.
Bagi masyarakat, kebutuhan dasar seperti listrik, jalan, dan internet bukanlah kemewahan, melainkan syarat utama untuk bisa hidup layak. Karena itu, mereka berharap pemerintah benar-benar hadir dengan solusi konkret, bukan sekadar janji yang berulang kali gagal ditepati.